Tentang Jodoh Tak Perlu Gelisah. Percayalah Kalau Tuhan Telah Menyiapkan yang Terindah

Berbicara masalah takdir sungguh sungguh paling unik, khususnya mengenai jodoh. Bahkan jika membahas masalah ini akan menjadi sesuatu hal yang paling unik dan tak seolah tak terdapat habisnya. Ya, Jodoh suatu hal yang paling dinantikan semua orang di muka bumi ini khususnya bagi mereka yang unmarried dan jomblo.

Apalagi teman sepantaran telah mengirimkan undangan menikah semua. Belum lagi pertanyaan kapan menikah yang membuat para jomblo semakin frustasi dan merasa tak nyaman atas pertanyaan tersebut. Ketahuilah satu hal yang tentu, bahwa satu jodoh usai tertulis di lauhul mahfudz untukmu.

1. Meski Sampai Sekarang Belum Bertemu Ketemu Jodoh, Bukan Berarti Kamu Tak Laku

Mungkin kamu telah tak asing lagi dengan kalimat “jodoh tak kunjung datang bukan berarti tak laku”. Sungguh sungguh kalimat itu kelihatanya paling kasar tapi jika dipikir ulang lagi sungguh sungguh benar. Meski ketika ini kamu belum bertemu jodoh kamu belum wajib kamu nggak laku.

Karena dapat saja ketika ini, kamu sedang memantaskan diri dengan apik sehingga kelak akan bersua dengan jodoh yang apik pula. Bukankah Allah telah menjelaskan dalam firmannya bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan di muka bumi ini. Lantas apalagi yang harus kamu khawatirkan?

Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya yaitu Dia menciptakan untuk kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu mawaddah dan rahmat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ruum, 21).

2. Percayalah, Bahwa Kelak Kamu Akan Bertemu Dengan Jodohmu di Keadaan yang Akurat

Sungguh sungguh masih menjadi sebuah misteri yang tak akan usai terjawab sebelum akad terucap. Siapa dan kapan kita kan berjodoh. Tapi percayalah, jika semua manusia akan mendapatkan jodohnya masing-masing dan tak akan usai tertukar.

Jika sungguh sungguh ketika ini belum bertemu jodoh di dunia ini, dapat jadi kamu akan berjodoh di surga nanti bersama dia yang telah ditetapkan menjadi pelengkap tulang rusukmu atau yang akan menjadi imammu.

three. Dalam Penantian atau Pencarian Kamu, Tugas Kamu Hanya Berusaha, Berdoa dan Memantaskan Diri,

Bagi kamu yang ketika ini masih unmarried tak perlu khawatir yang terlalu. Tugas kamu ketika ini yaitu berusaha, berdoa dan menantaskan diri. Memantaskan diri sendiri dapat saja denga memperbaiki tingkah laku, akhlaq dan belajar lebih berlimpah perihal yang berhubungan dengan hati.

Kelak jika kamu telah dipertemukan dengan jodohmu dan disatukan dalam hubungan pernikahan, kamu akan senantiasa membahagian dan tak usai saling menyakiti bersama dia kekasih halalmu. Bukankah Allah telah berjanji bahwa seseorang yang apik akan disandingkan dengan pasangan yang apik pula.

four. Jodoh Itu Sudah Tertulis Di Lauhul Mahfudz, Lantas Untuk Apa Khawatir? Alasan Janji Allah Yaitu Tentu

Jika kamu masih paling khawatir perihal siapa jodohmu. Mungkin kamu harus mulai memahami salah satu janji Allah dalam firmannya bahwa manusia dciptakan di bumi ini berpasang-pasangan. Dan Nabi Muhammad juga telah bersabda dalam satu hadisnya.

Sesungguhnya janin yang terdapat dalam kandungan ibunya saat usai melewati umur empat bulan, maka Allah mengutus Malaikat kepadanya yang meniupkan roh dan menulis rizqi, ajal, amal dan apakah dia celaka atau bahagia.

HR Bukhori 6/303

five. Bersabarlah, Karena Jodoh Juga Akan datang Ketika Kamu Membutuhkannya Bukan Ketika Menginginkannya

Satu hal yang harus kamu pahami. Seingin apapun kamu ingin mendapatkan jodohmu jika Allah belum berkehendak itu nggak akan terjadi. Dan satu hal yang harus kamu pahami juga masalah jodoh, bahwa jodoh akan datang ketika kamu membutuhkannya bukan ketika kamu menginginkannya.

Jodoh yaitu perihal seberapa kau butuh, bukan seberapa kau ingin. Maka bersabarlah bila masih belum juga bersua dengan jodoh.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini adalah kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya adalah tanggung jawab pengirim.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close