Saat Mantan Lebih Dulu ke Pelaminan, 6 Hal Ini Jadi Kunci dalam Menerima Keadaan

Suatu ketika kamu mendapatkan undangan pernikahan yang namanya paling kamu ingat di masa kemudian. Tertera di sana nama mantan kekasihmu bersanding dengan pasangan pilihannya. Dan ia ingin kamu hadir untuk ikut merayakan hari bahagianya. Lantas kamu terdiam memandangi secarik kertas bertuliskan nama orang yang penuh kenangan itu. Entah kenapa, kamu merasa terdapat rasa yang mengganjal di hati meski sebenarnya usai lama berpisah dengannya, bahkan kini kamu usai punya penggantinya.

Dalam keadaan seperti ini, kamu perlu mengambil kendali dan mengontrol pikiran agar tidak amat larut dalam kenangan. Benar benar rasanya tidak nyaman, tapi ini bukan sebab untuk bertindak bodoh seperti halnya curhat panjang lebar di medsos atau mengasihani diri sendiri. Beberapa cara ini akan membantumu untuk lebih legawa dan tidak lagi menganggap dunia tak adil hanya karena ditinggal menikah oleh mantan kekasih.

1. Perasaan mengganggu yang menyelinap dalam hatimu perlu kamu kenali, pahami, dan kendalikan terlebih dahulu

perasaan tidak nyaman by means of unsplash.com

Wajar saja jika terdapat perasaan nyentrik yang membuatmu teringat kembali momen-momen manis di masa kemudian, selanjutnya sedih dan merasa tidak berarti. Sebelum berlarut-larut, cobalah untuk mengenali rasa itu, pahami proses emosinya, apakah itu ego atau cinta. Faktanya mungkin dapat bikin kamu sakit, kecewa, bahkan marah. Tapi tolong, selesaikanlah lebih dulu. Berdamailah dengan diri sendiri juga kondisi, lantas biarkan semuanya berlalu. Tak usah lagi membuka luka masa kemudian.

2. Jika kamu merasa tak dapat menyelesaikannya sendiri, menceritakan perasaanmu ke teman dekat dapat menolong

curhat ke teman by means of unsplash.com

Mungkin saja kenangan tentangnya paling kuat melekat di kepala, sayangnya, tentu hukumnya untuk melepaskan rasa nyentrik yang mengganjal dan bikin tidak nyaman itu. Kalau kamu merasa tidak dapat menyelesaikannya sendiri, cobalah untuk menceritakan kegundahan hatimu ke teman dekatmu. Bercerita akan membuat perasaanmu lebih lega. Dengan bercerita, kamu akan mendapat energi tambahan yang menguatkan hatimu untuk merelakan sang mantan dan tentunya agar kamu tetap berpikir rasional.

three. Menahan diri untuk tidak membandingkan dirimu dengan calon pasangan sang mantan, apalagi membayangkan pernikahannya

ketika mantan menikah duluan by means of unsplash.com

Kamu dan calon pasangan mantan yaitu dua orang yang jauh berbeda. Kamu yaitu masa lalunya, sedang sang calon pasangan yaitu masa depannya. Setiap kalian memiliki ‘harga’ masing-masing yang tidak layak untuk dibandingkan. Dengan si dia menikah duluan bukan berarti kamu kalah. Itu berarti dia usai bertemu jodohnya dan kamu masih diberi kondisi untuk memilih mana yang terbaik. Jadi jangan berkecil hati. Membandingkan dirimu dengan calon pasangannya hanya akan mengacaukan pikiran dan membuatmu semakin merana.

Four. Orang lain boleh saja berkomentar negatif, pastikan kamu tetap tenang dan tidak mudah terusik

tetap berprasangka positif by means of unsplash.com

Bukan tidak mungkin jika orang-orang yang mengenal kamu dan mantanmu akan menanyakan tentang undangan itu. Disengaja atau tidak, akan terdapat momen-momen di mana mereka menyinggung dan menanyakan komentarmu mengenai pernikahan mantan. Bersiaplah untuk menghadapi hal ini. Pastikan kamu tetap tenang dan tidak terusik dengan komentar-komentar yang dilayangkan padamu. Biarlah mereka yang memiliki pandangan negatif, namun kamu tetap berprasangka apik pada mantan.

Five. Bagaimana pun kamu sekarang, kecil ramai sang mantan turut andil di dalamnya. Berterima kasihlah padanya

bersyukur sama apa yang kamu bisa by means of unsplash.com

Diri kamu sekarang yaitu apa yang usai kamu lalui Four-Five tahun ke belakang. Bagaimana masa lalumu, hal itu turut membentuk kamu sebagai kamu yang sekarang, termasuk juga mantanmu. Selalu terdapat pembelajaran apik yang terselip dalam setiap hubungan. Sadarilah dan berterima kasihlah pada setiap orang yang datang dalam hidupmu. Jadi, tidak terdapat sebab untuk menyimpan dendam terhadap mantan, terdapat baiknya kamu berprasangka apik padanya dengan menyambut apik kabar bahagianya juga.

6. Belajarlah ikut berbahagia atas pernikahan sang mantan, dan yakinlah bahwa kamu pun kelak akan lebih bahagia darinya

belajar ikut berbahagia by means of unsplash.com

Yakin dan jujurlah pada diri sendiri bahwa kamu bahagia untuk pernikahan mantanmu. Terlebih jika selepas berpisah dulu, kamu masih dapat berteman dengannya. Pasti bukanlah hal susah ‘kan turut merasakan kebahagiaannya? Sadarilah bahwa pernikahan bukan soal perlombaan, bukan soal siapa yang lebih cepat. Siapa pun yang menikah lebih dulu juga bukan ukuran siapa yang lebih bahagia. Yakin dan percayalah, kamu juga akan lebih bahagia dari mantanmu sekarang.

Sementara ketika ini kamu masih sendiri, belum kunjung dilamar atau melamar, terimalah kenyataan bahwa sang mantan usai menemukan tambatan hatinya dan menikah lebih dulu. Kamu bukannya kalah atau tergantikan, tapi kalian benar benar tidak ditakdirkan untuk bersama. Kebetulan saja mantanmu yang menemukannya lebih dulu, dia usai transfer on dan memiliki hubungan baru yang serius. Kini giliranmu melakukan hal yang sama. Semangat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close