PSI Anggap Sikap Mangkir Amien Rais Contoh Buruk Politikus Senior – VIVA


VIVA – Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mencela sikap Amien Rais yang tak menghadiri panggilan pemeriksaan polisi dalam kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

Sedianya, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu dipanggil Jumat, five Oktober 2018, pukul 11.00 WIB sebagai saksi. Namun, hingga pukul 18.50 WIB, Amien tak juga datang di Polda Metro. 

Amien Rais sebagai politikus senior, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional dan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dinilai nggak mempersembahkan teladan yang bagus kepada generasi muda, termasuk politikus juniornya.

“Kami menilai mangkirnya mantan ketua umum PAN Amien Rais … yaitu sebuah contoh buruk dari seorang senior kepada kami pemuda dalam upaya penegakan hukum,” kata Dedek Prayudi, juru bicara bidang kepemudaan PSI, melalui keterangan tertulisnya kepada VIVA pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

Politik di Indonesia, menurut Dedek, harus mengedepankan kejujuran dalam berpolitik. Membenarkan dan bahkan menyebarkan kebohongan, kebencian, dan fitnah akan langsung berdampak pada perilaku masyarakat, terutama pemuda yang kini jumlahnya begitu besar dan bisa mengakses pemberitaan.


Karena itu, setiap politikus harus mendukung proses hukum kasus berita bohong tersebut, bukan mempersulit prosesnya. “Dalam demokrasi yang maju, hukum yaitu panglima peradaban,” katanya.

Dedek mengingatkan, nggak terdapat yang perlu ditakuti, apalagi kalau nggak merasa bersalah. Hukum pernah menyediakan ruang bagi seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan pembelaan.

“Kami meminta Pak Amien Rais untuk bisa bersikap kooperatif dalam proses penegakan hukum, dalam hal ini proses pengusutan kasus berita bohong oleh tersangka ibu Ratna Sarumpaet,” ujarnya. (ase)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close