Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Papua Minta Pemeriksaannya Ditunda

0
2

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua TEA Hery Dosinaen meminta penyidik Polda Metro Jaya menunda pemeriksaannya. Hery diperiksa terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hery sendiri dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Kamis (14/2) besok. 

Melalui Pengacaranya, Stefanus Roy Rening, Hery menyerahkan surat permohonan penundaan pemeriksaan kliennya itu ke Polda Metro Jaya.

“Sehubungan dengan aktivitas beliau sebagai sekretaris daerah mendampingi Pak Gubernur di Jayapura tidak bisa datang untuk besok. Kita mengusulkan agar ditunda satu minggu,” jelas Roy Rening di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/2).

1. Pemprov Papua dukung proses penyidikan

Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Papua Minta Pemeriksaannya Ditunda 

(Kuasa hukum Pemprov Papua, Roy Hening tengah menunjukkan foto dua penyelidik KPK) IDN Times/Axel Jo

Roy mengatakan, meski Hery memutuskan batal hadir untuk diperiksa sebagai saksi, pihaknya akan bersikap kooperatif dalam mengusut kasus itu.

“Prinsipnya bahwa Pemerintah Provinsi Papua mendukung penyidikan ini agar segera terungkap motif di balik peristiwa ini,” jelasnya.

2. Roy Rening minta polisi periksa 20 saksi di Polda Papua

Tidak hanya itu, selain meminta pemeriksaan terhadap Hery ditunda, Roy menyampaikan permohonan kepada penyidik untuk memeriksa 20 saksi lainnya di Polda Papua. 

“Kita juga menyerahkan hari ini surat ada dua, surat adalah meminta agar penyidikan dilakukan di Polda Papua mengingat kami punya 20 orang saksi yang pada peristiwa malam itu hadir bersama-sama dengan gubernur mendampingi gubernur bersama-sama pada malam itu,” katanya.

Permintaan itu dikatakan Roy, agar pemeriksaan lebih efektif dan efisien. Selain itu, para saksi juga harus menjalankan kegiatan pekerjaannya.

“Kita berharap bahwa Polda dalam rangka efektivitas dan efisiensi pemerintahan yang berjalan di Provinsi Papua, kita berharap agar Direskrimum Polda Metro Jaya bisa menyetujui permohonan kita ini agar segera terungkap persoalan-persoalan yang menjadi peristiwa yang dianggap ada dugaan tindak pidana,” kata Roy.

3. Polisi panggil Sekda Papua sebagai saksi

Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Papua Minta Pemeriksaannya Ditunda 

Polda Metro Jaya sebelumnya mengagendakan pemanggilan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, TEA Hery Dosinaen terkait kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK. Hery akan menjalani pemeriksaan pada Kamis, 14 Februari mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, Hery diperiksa guna menggali keterangannya terkait kasus dugaan penganiayaan pada pegawai KPK. Penyidik pun telah melayangkan surat panggilan kepada Hery.

“Penyidik sudah melayangkan surat panggilan pada sekretaris daerah dari Provinsi Papua, nanti rencananya akan diminta keterangan pada hari Kamis,” jelas Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2).

4. Dokter yang mengoperasi pegawai KPK diperiksa Polisi

Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Papua Minta Pemeriksaannya Ditunda 

(Ilustrasi rumah sakit) IDN Times/Sukma Shakti

Polda Metro Jaya kemarin juga telah memeriksa dokter yang mengoperasi salah satu pegawai KPK yang diduga dianiaya oleh petugas Pemprov Papua.

Dua pegawai KPK yang diduga dianiaya itu bernama Muhammad Gilang Wicaksana dan Ahmad Fauzi. Akibatnya wajah Gilang sobek dan hidungnya retak. Sedangkan Fauzi sempat diintimidasi. 

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian mengatakan, pemeriksaan Dokter tersebut dilaksanakan di rumah sakit tempat dokter itu bekerja.

“Mereka (dokter) minta diperiksa di kantornya,” kata Jerry saat dikonfirmasi, Selasa (12/2).

Jerry juga memastikan, penyidik telah menemui dokter tersebut di RS Metropolitan Medical Centre (MMC) Kuningan, Jakarta Selatan. 

“Iya (diperiksa di RS MMC),” ujarnya singkat.

5. Kasus penganiayaan terjadi di Hotel Borobudur

Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Papua Minta Pemeriksaannya Ditunda 

(Hotel Borobudur) www.pegi-pegi.com

Dua pegawai KPK diduga dianiaya oleh orang tak dikenal di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2) 2019. Penganiayaan terjadi saat keduanya mengintai dugaan adanya praktik korupsi di lokasi tersebut.

Argo menjelaskan, keributan tersebut dimulai ketika dua pegawai KPK sedang memantau rapat Pemerintah Daerah (Pemda) Papua dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mereka mengambil beberapa foto dalam kegiatan tersebut. Akibat kegiatan pengambilan foto itulah, cekcok pun terjadi hingga berujung pemukulan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saat penganiayaan berlangsung, kedua pegawai KPK sempat memperlihatkan identitas maupun surat tugas tapi mereka terus dipukul. Keduanya telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat penganiayaan tersebut. Bahkan, keduanya harus menjalani operasi karena mengalami luka serius di bagian wajah.

Atas kasus tersebut, KPK melaporkan pihak Pemprov Papua ke Polda Metro Jaya pada Minggu (3/2). Sehari berselang, pada Senin (4/2) pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here