Miris! Ditemukan Bangkai Paus Penuh Sampah di Wakatobi

Baru-baru ini, heboh penemuan bangkai paus sperma di Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang isi perutnya sarat sampah. Begini tanggapan masyarakat setempatnya.

Seekor paus sperma mati kandas di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Bukan melulu mati, ditemukan pun sampah-sampah plastik yang terdapat di perut paus sperma tersebut. Berita ini juga viral dan unik perhatian tidak sedikit orang.

Didin, salah seorang guide dari Patuno Resort di Pulau Wangi-wangi, Wakatobi yang pun masyarakat setempat menuturkan kisah tentang penemuan bangkai paus tersebut. Awalnya, ditemukan nelayan di lautan lepas.

“Itu ditemukan nelayan di lautan lepas, kemudian ditarik ke Pulau Kapota. Sudah mati ketika ditemukan,” cerah Didin untuk detikTravel, Kamis (22/11/2018).

Pulau Kapota sendiri masuk dalam unsur Wakatobi. Di selama Pulau Kapota, wisatawan bisa melihat dolfin di pagi hari. Tapi, apakah memang terdapat habitat paus di sana?

“Tidak, tidak terdapat habitat paus. Memang terdapat nelayan atau masyarakat yang menyaksikan paus, tapi dapat dipastikan paus-puas tersebut sedang migrasi karena hal pergantian musim. Bisa dari Australia atau Samudera Pasifik sepertinya. Namun yang pasti, tidak terdapat habitat paus di Wakatobi,” cerah Didin.

Isi perut bangkai paus yang penuh sampah (dok Istimewa)Isi perut bangkai paus yang penuh sampah (dok Istimewa)

Didin melanjutkan, bangkai paus langsung dibawa ke pesisir pantai untuk dibelah. Sebab menurutnya, di dalam perut paus terdapat gas metana yang bisa meledak kapan saja.

“Paus yang sudah mati harus dibelah secepatnya sebelum meledak. Saat dibelah itulah, orang-orang menemukan banyak sampah di dalamnya. Banyak sekali itu dari plastik, sandal, botol dan lain-lain,” tutur Didin.

Sebenarnya, paus yang terdampar di Wakatobi sudah terjadi beberapa kali. Kebanyakan karena terjebak arus pasang surut, namun masih bisa diselamatkan masyarakat Wakatobi.

(dok Istimewa)

Untuk kejadian paus yang kandas dan mati, dengan isi perut bangkai sampah menurut keterangan dari Didin baru kesatu kali. Dia berpesan untuk siapa saja, guna tidak melemparkan sampah ke laut.

“Sampah kalau dilemparkan ke laut tidak bakal terurai. Akan terus sedang di permukaan dan dimakan oleh ikan-ikan hingga paus. Tolong tidak boleh buang sampah ke laut,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close