Jangan Beri 15 Pertanyaan Ini ke Pasangan yang Baru Saja Nikah. Diam-Diam Bikin Mereka Gerah

Dulu, sewaktu kamu masih kuliah, pertanyaan-pertanyaan yang ramai muncul yaitu seputar “kapan lulus”. Beranjak dewasa, pertanyaan itu berubah menjadi “kapan nikah”. Kemudian kini, setelah menikah, pertanyaan yang datang ke kamu bukannya berkurang tapi justru makin kompleks dan menjadi-jadi. Maklum, tentang menikah masih menjadi misteri bagi mereka yang belum usai merasakannya. Bagaimana dengan mereka yang sama-sama usai menikah?

Ah, percayalah, akan selalu terdapat jiwa-jiwa penasaran yang ingin mengorek kehidupan rumah tangga kalian yang masih kinyis-kinyis itu. Entah guyonan saja, atau benar benar benar-benar ingin tahu jawabannya.

Di bawah ini yaitu kumpulan pertanyaan yang dianggap bikin kesal yang dirasakan oleh beberapa pasangan menikah. Alih-alih dijawab dengan antusias, justru bikin mereka kesal dan gerah. Ya, meski tidak langsung direspon dengan amarah.

1. Setiap orang pasti usai memiliki pertimbangan untuk memilih pasangan hidupnya. Tidak etis rasanya kalau kamu masih saja mempertanyakan masa lalunya

jangan ungkit masa lalunya by the use of www.instagram.com

“Kenapa nikah sama dia? Padahal mantanmu cantik-cantik. Ya aku ga nikah karena indah, tapi juga karena menawan dan dapat mengurus rumah tangga. Malas aja dibanding-bandingin.”

2. Harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada ketika pernikahan itu usai menjadi privasi masing-masing pasangan. Tidak perlu lah ditanyakan~

mas kawin itu privasi by the use of icubic.co.identification

“Mas kawinnya apaan? Ini privasi lho, tidak etis tanya-tanya soal mas kawin.”

three. Cari tahu soal seller pernikahan sah-sah saja, tapi jangan kemudian memanfaatkan pengantin baru untuk mengasih semua jaringan yang dia memiliki. Pernah seyogianya kamu usaha

usaha sendiri dong ah! by the use of www.google.co.identification

“Pertanyaan perihal vendor-vendor pernikahan yang sampai lebay. Misal tanya A-Z dari kostum, make-up, dll. Hellooo, aku tuh cari sendiri ya satu-satu. Di Instagram, di web, di mana-mana, rekomendasi orang. Kok enak banget tanya sekalian semuanya.”

four. Hindari bertindak tidak sopan dengan membicarakan kekurangan pesta pernikahan di depan pengantinnya secara langsung. Off the document aja lah, ya!

mending disimpan sendiri aja by the use of thebridedept.com

“Komentar soal fail-nya acara pernikahan. Misal di acara makanannya kecil enak, atau sejenisnya. Tapi dibahas di depan mantennya. Pas itu aku dibahas soal foto, kok MC-nya telat sih, ini fail blablabla. Selain pemilik hajat kecil senang, itu juga tak sopan.”

five. Pertanyaan soal pekerjaan sering sekali bikin sang istri serba salah. Dijawab iya, dikritik; dijawab tidak, dicela

Serba salah kan? by the use of www.stylist.co.united kingdom

“Masih kerja? Kalau masih, ditanya lagi, kenapa tidak di rumah aja urus suami? Kalau tidak kerja dibilang, ih enak ya kerjaannya di rumah aja nungguin duit dari suami.”

6. Tentu terdapat sebab tertentu kenapa istri memutuskan untuk tidak bekerja. Kalau usai jadi kesepakatan dengan suaminya, kamu mau apa?

Tinggal di rumah saja, salah? by the use of emerge212.com

“Terus kegiatannya apa sekarang? Kalau pas nganggur, banyakan dinyinyirin tanpa tanya dulu suami bolehin kerja atau tidak, dan sebagainya. Padahal kerjaan rumah kan juga ramai ya, masak lah, bersih-bersih lah, dll.”

7. Belum selesai mengintimidasi istri, lantas beralih ke pertanyaan untuk suami. Setunggi apa pun pendidikan suaminya, mau jadi apa juga usai hak dia. Memangnya kamu siapa?

usai haknya by the use of tkcoleman.com

“Suami kerja apa? Kok tidak jadi dosen aja? | Suamiku wiraswasta. Pendidikan sih S2 tapi sampai sekarang memutuskan belum ingin jadi dosen. Ini kan bukan urusan orang-orang lho!”

eight. Menanyakan besaran gaji antar karyawan saja tidak etis. Apalagi menanyakan gaji suami orang lain?

gaji suami orang tak perlu ditanyakan by the use of marriagedynamics.com

“Berapa gaji suamimu? Ini pertanyaan tidak sopan yang bikin perasaan tidak nyaman. Sekepo-keponya jangan tanya soal deh, apalagi ujung-ujungnya mau ngutang.”

nine. Pernah, usai, haram hukumnya menanyakan finansial ke pengantin baru. Kecuali kamu orangtuanya. Yhaaa~

soal finansial itu sensitif by the use of www.honeyandboo.com

“Sebulan dikasih berapa sama suami? Ya terserah dong ya, kesepakatan kita gimana. Ramai atau kurang asal terdapat kesepakatan ya tidak apa-apa.”

10. Masing-masing orang memiliki ladang rezekinya sendiri. Kalau terdapat pasangan yang harus LDR-an dan mereka dapat berdamai dengan waktu, terima kasih untuk tidak sok memberi perhatian

hidup-hidup mereka sendiri yang jalani by the use of natalieorosen.com

“Karena aku LDR kadang sering dikasihani karena suami tidak dapat selalu nemenin. Aduuuh kasihan ya kontrol sendiri, aduh kasihan ya nyetir sendiri. Males, yang lebih kasihan itu yang harus menghadapi semua tanpa suami. Being supportive doesn’t kill you.”

11. Kecuali kamu mau biayain hidup mereka…

Mau biayain hidup mereka? by the use of www.attractandengage.co.united kingdom

“Mbok ya udah renounce aja.. Lah emang mereka yang nyuruh renounce mau beliin barang-barang yang biasa dibeli pakai kocek sendiri?”

12. Tidak semua pasangan menikah dapat langsung memiliki rumah. Beberapa memilih untuk tinggal bersama orangtuanya jika benar benar itu yang terbaik untuk ketika ini bagi mereka. Jangan ikut campur, ya 🙂

Benar benar salah tinggal sama orang tua? by the use of time.com

“Ketika ditanyain tinggal di mana, kemudian bereaksi terlalu setelah tahu kalau jawabannya masih tinggal sama orangtua atau mertua. Padahal mereka tidak tahu sebab di baliknya.”

13. Apalagi sampai menghakimi sang istri yang dinilai cuma terima beres saja. Kamu tidak tahu kontribusi apa yang usai mereka berikan untuk membangun rumah tangganya

Tinggal enaknya aja?? by the use of www.popsugar.com

“Wah enak dong ya tinggal masuk aja semua udah siap (kaitannya sama habis nikah langsung pindah ke rumah yg suami udah memiliki sebelumnya). Kadang orang itu asal komen aja tanpa mereka tahu kesepakatan rumah tangga yang dijalani orang itu beda-beda. | Rumah emang memiliki suami karena dia udah memiliki duluan. Tapi yang ngisi perabot dan pernak-pernik aku.”

14. Dan lagi, berhentilah menanyakan soal program hamil atau rencana memiliki anak. Meski umum dipraktikkan, tentang ini paling privasi dan sensitif. Hampir semua pasangan menikah begitu risi jika ditanya soal momongan

mungkin mereka pengen menikmati waktunya berdua by the use of therelationshipblogger.com

Pertanyaan udah isi atau belum ini ngeselin dan kesannya kayak ikut campur sama perencanaan memiliki anak. Kan mereka tidak tahu pasangan tersebut nunda atau tidak. Atau terdapat pertimbangan lain yang bukan urusan mereka. Ditambah lagi setelah dijawab, “Belum, doain aja.”, eh cuma diketawain halus gitu.

15. Jangan lupa kalau biaya menikah itu tidak murah. Jadi jangan coba-coba minta pengantin baru mentraktirmu santap cuma-cuma

menikah itu butuh modal by the use of www.condenast.com

“Begitu kesal kalau ditodong minta dibayarin santap sama teman hanya gara-gara pengantin baru.”

Guys, jeli lah ketika mengasih pertanyaan atau komentar pada pasangan yang baru menikah. Hindari pertanyaan yang seolah-olah ingin membandingkan standar kehidupan mereka dengan kehidupan orang lain yang lebih menawan menurut pandanganmu. Setiap pasangan memiliki aturan primary masing-masing, termasuk untuk rumah tangganya. Tidak semua hal yang ingin kamu tahu itu etis untuk ditanyakan, dan tidak semua pasangan menikah itu nyaman dengan pertanyaan yang kamu layangkan. Ucapan selamat dan doa yang tulus darimu usai cukup membuat hati mereka lega kok 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close