Di Balik Pelukan dan Doa, 5 Hal Ini Dirasakan Ibu Saat Merelakan Anak Gadisnya Merantau ke Ibukota

Malam itu keputusanmu telah bulat, mengadu nasib untuk mencari penghasilan di Jakarta. Koper dan ransel telah terisi. Ibu menghantarkanmu sampai stasiun. Menemanimu hingga pintu keberangkatan. Sampai saatnya tiba, pengeras suara lantang menyuarakan kedatangan kereta. Kamu bersiap. Berpamitan dengan Ibu; bersalaman, berpelukan, menciumi pipi hingga kening. Suasana haru. Ibu menatapmu nanar dan berkata ‘Hati-hati di jalan, Nak’.

Begitulah sedikit lebih suasana di malam sebelum keberangkatanmu ke ibu kota; penuh haru dan sendu. Meski telah berlalu, namun momen kala itu sukar terlupa. Kamu pasti masih ingat hangat tubuhnya sebelum kamu masuk ke kereta. Pun juga raut wajahnya yang menyiratkan ramai arti. Ini dari sudut pandangmu, dari sudut pandang ibu pasti berbeda. Di balik doa dan pelukannya, beberapa hal ini yang mungkin dirasakan ibu.

1. Terdapat rasa tidak percaya bahwa gadis kurang yang telah terdapat dalam gendongannya sekarang telah besar dan sebentar lagi memiliki penghasilan sendiri

Gadis kurang ibu by way of www.unsplash.com

Percayalah, seberapa tua usiamu di mata ibu kamu tetaplah gadis kurang lucu yang terdapat dalam gendongannya. Kelak, kamu akan mengetahuinya ketika kamu pulang ke rumah setelah lama di Ibu kota. Terdapat ketika di mana ibumu memandangimu lama tanpa berkata apa-apa, hanya terdapat simpul senyum di bibirnya.

Bagaimanapun ibu tetaplah ibu, ia yaitu makhluk yang menyayangimu meski kamu kerap membikin dia sebal. Meski di rumah kamu sering berselisih paham denganmu tapi ketika hendak berpisah ia selalu menjadi yang sangat sedih.

2. Kelihatan binar matanya yang berkaca yaitu rasa sedih sekaligus haru, di satu sisi ibu tidak rela kehilanganmu, di sisi lain dia bangga kepadamu

Haru by way of www.unsplash.com

Ya, di malam itu terdapat keharuan yang terpancar pada kedua bola matanya –rasa sedih dan haru. Sedih karena mesti berpisah lagi dengan buah hatinya, haru karena kenyataan bahwa anaknya sekarang telah dewasa dan berani memilih jalannya sendiri. Meski sedih karena berpisah namun ibu bangga kepadamu karena keputusanmu memperjuangkan nasib sendiri mengadu nasib ke ibu kota.

three. Meski terlihat tegar, namun dalam lubuk hatinya ia tetap waswas dan tidak tega melepaskanmu sendirian ke Jakarta –kota yang dikenal ‘keras’

Waswas by way of www.unsplash.com

Meski paling, tidak dapat dilupakan paling saja bahwa ibu juga menaruh khawatir kepadamu. Khawatir kamu mendapat kesulitan dan tidak dapat berada di sisimu untuk menolong. Ia juga waswas terhadap pergaulanmu di sana yang dikenal ‘ganas’. Tapi apapun itu, dengan ibu mengizinkanmu sampai sekarang itu telah ilham bahwa ia percaya kamu dapat menjaga dan bertanggung jawab bagi dirimu sendiri.

four. Sebenarnya ibu tidak tega melihat kamu bersusah payah mencari penghasilan di kota orang. Tapi ibu mengerti keputusan ini demi kebaikanmu kini dan nanti

Tidak tega by way of www.unsplash.com

Meski usai mengizinkanmu merantau untuk yang kedua kalinya setelah dulu kamu kuliah, sejatinya ibu lebih memimpikan kamu mencari kerja di kampung saja. Alasan dengan paling ia tidak perlu berpisah dan tidak amat mengkhawatirkanmu kenapa-kenapa.

Tapi mengingat kamu telah memilih dengan sekian banyak pertimbangan masak, akhirnya ibu mengizinkanmu. Ibu paham semua didasarkan pada kebaikan anaknya juga.

five. Ibu selalu berharap usahamu berhasil menghantarkan pada kesuksesan. Maka dari itu ibu tidak henti mengingatkanmu untuk mengimbanginya dengan menjaga ibadah

Selalu berdoa by way of www.unsplash.com

Dengan diizinkannya kamu keluar kota sejatinya ibu telah paham bahwa kesuksesanmu masuk akal harus diperjuangkan sendiri. Maka dari itu ‘jangan lupa sembayang dan berdoa’ menjadi wejangan menjelang keberangkatanmu. Dan tidak cukup sampai itu saja, bukankah di setiap kai ibu menelponmu wejangan itu selalu terucap dari bibirnya. Yap! masuk akal usaha harus dibarengi dengan doa juga.

Itulah hal yang terdapat dibalik doa dan pelukan ibu ketika melepaskan kepergianmu ke ibu kota. Tidak dapat dibantah lagi ibu yaitu orang yang mencintaimu lebih dari siapapun. Sejak dalam kandungan hingga sekarang, tidak terdapat sebab baginya untuk membencimu. Tidak perlu heran jika ia kembali menghargai keputusanmu untuk kembali merantau meski ia tahu bakal merasakan kembali yang namanya LDR dengan anak. Maka dari itu jangan sia-siakan doa dan kasih sayangnya kepadamu selama ini dengan kesuksesan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close