Bukan Zebra dan Pelican Cross Aja, Ini 7 Jenis Penyebrangan Jalan Lain. Uniknya Semua Nama Hewan Lho

Sekarang, Jakarta memiliki jenis penyeberangan baru lho. Yang dulunya hanya terdapat zebra crossing dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), kini pelican crossing dipasang di ruas jalan sekitaran bundaran HI. Sebenarnya, pelican crossing, penyeberangan mirip zebra crossing tapi dilengkapi dengan tombol untuk penyeberang, bukan barang baru. Sejak tahun 2014 kemudian, Bandung usai memasang pelican crossing di daerah Balai Kota Bandung.

Keberadaan pelican crossing ini menimbulkan professional dan kontra di masyarakat. Terdapat yang setuju karena ramah penyandang disabilitas, tapi terdapat juga yang menganggap pelican crossing hanya akan menambah kemacetan, terutama jika jalanan sedang padat-padatnya. Nah, sebenarnya, alternatif fasilitas penyeberangan jalan itu terdapat beberapa lho. Mulai dari yang begitu sederhana yaitu zebra crossing, sampai terdapat yang bernama pegasus crossing. Penamaan itu, biasanya berlimpah digunakan di Inggris. Mana sih yang begitu cocok diterapkan di Indonesia? Yuk kulik bersama Hipwee Information & Characteristic!

1. Dimulai yang begitu murah, mudah, dan sederhana adalah zebra crossing. Fasilitas penyeberangan ini begitu mudah dikenali karena berwujud cat hitam putih berselang-seling sejajar di jalanan

Zebra move dinamai dengan nama hewan zebra karena mirip dengan motif tubuh hewan tersebut by means of www.gridoto.com

Zebra move ialah fasilitas penyeberangan yang begitu umum dikenali, berwujud garis hitam putih yang berselang-seling sejajar yang mirip seperti motif badan hewan zebra. Saat akan menyeberang memakai zebra crossing, penyeberang harus memperhatikan keadaan jalanan yang akan diseberangi dan menunggu jalanan sepi sebelum menyeberang. Tidak jarang, meskipun usai melihat terdapat penyeberang yang melaluinya, tetapi kendaraan tidak mau mengalah lho.

2. Berikutnya zebra crossing dikembangkan menjadi pelican crossing dengan menambahkan rambu kemudian lintas dan tombol bagi penyeberang. Wah, namanya mirip burung air yang memiliki paruh berkantung ya~

Jangan lupa tekan tombolnya dahulu sebelum menyeberang by means of www.telegraph.co.united kingdom

Ini nih yang lagi heboh di Jakarta adalah pemasangan pelican crossing di daerah bundaran HI. Pelican crossing yaitu pengembangan zebra crossing dengan penambahan lampu kemudian lintas dan tombol untuk penyeberang. Saat tombol ditekan, lampu akan berubah jadi merah selama beberapa detik, kendaraan harus berhenti, dan penyeberang dapat melalui jalan tersebut.

Walaupun namanya mirip salah satu spesies burung air, tapi ternyata tidak terdapat hubungannya sama sekali lho sama hewan itu. Pelican yaitu singkatan dari Pedestrian Mild Managed Crossings.

three. Yang lebih canggih yaitu puffin crossing yang memiliki sensor diatas rambu kemudian lintasnya. Sensor itu memungkinkan lamanya lampu merah menyala menyesuaikan dengan kecepatan penyeberang

Lebih canggih karena terdapat sensornya by means of www.telegraph.co.united kingdom

Nama Puffin sekilas mirip nama salah satu jenis burung yang memiliki bentuk mirip dengan penguin tetapi ukurannya lebih kurang. Ternyata, Puffin yaitu singkatan dari Pedestrian Consumer-Pleasant Clever yang menunjukkan bahwa ini sungguh sungguh fasilitas penyeberangan yang cerdas.

Yang satu ini agak berbeda. Jika pelican crossing membagikan kondisi beberapa detik untuk memberi kesempatan penyeberang melalui jalan tersebut, maka puffin crossing dilengkapi dengan sensor diatas rambu kemudian lintas. Sensor itu dapat mendeteksi penyeberang. Saat penyeberang cukup lama, maka lampu akan bertahan tetap berwarna merah sampai penyeberang selesai melalui jalan tersebut.

four. Tidak hanya orang aja yang dapat menyeberang. Toucan crossing juga mempersilakan sepeda untuk ikut menyeberang bersama pejalan kaki  dengan konsep yang mirip dengan pelican crossing

Walau namanya toucan, tapi tidak terdapat hubungannya dengan hewan toucan lho by means of www.highwaycodeuk.co.united kingdom

Nah, terdapat juga penyeberangan yang dapat dilalui oleh manusia dan juga sepeda bernama toucan crossing. Namanya diambil dari istilah “two can move” yang disingkat menjadi toucan. Nama Toucan ini sama lho seperti hewan unggas yang berbadan hitam tapi punya paruh besar berwarna jingga. Sebenarnya, konsep dasarnya sama dengan pelican crossing dimana ada rambu kemudian lintas di daerah penyeberangannya.

five. Kalau daerah tersebut masih berlimpah hewan seperti kuda, maka terdapat juga pegasus crossing yang punya cara kerja mirip pelican crossing dimana pejalan kaki dan kuda dapat dapat menyeberang

Karena untuk kuda, maka disebut dengan pegasus crossing by means of www.rac.co.united kingdom

Meski sedikit populer, tapi pegasus crossing telah diterapkan lho. Jika daerah tersebut masih punya kendaraan yang memakai kuda sebagai penggeraknya. Tombol untuk penyeberang juga dibuat terdapat dua. Yang pertama dengan tinggi untuk pejalan kaki dan tombol satu lagi dibuat lebih tinggi, khusus menyesuaikan pengendara kuda yang ingin menyeberang. Tidak heran dinamai pegasus. Pegasus yaitu istilah untuk kuda terbang.

6. Tidak hanya golongan unggas aja yang dijadikan nama fasilitas penyeberangan, terdapat juga yang bernama panda crossing. Bentuknya bukan persegi, tapi segitiga hitam putih

Tuh kan mirip dengan segitiga di punggung panda by means of www.telegraph.co.united kingdom

Ini yaitu salah satu type fasilitas penyeberangan jalan yang tertua di Inggris karena usai terdapat sejak tahun 1960-an. Yang membuatnya berbeda yaitu motifnya berupa segitiga hitam putih berseling-seling, bukan garis-garis seperti zebra crossing. Fungsinya sama kok dengan zebra crossing. Motifnya yang segitiga ini dikarenakan panda terkenal dengan motif segitiga di punggungnya

7. Macan pun jadi nama fasilitas penyeberangan. Penyeberangan yang dicat warna kuning hitam biasanya disebut dengan istilah tiger crossing

Warnanya mirip dengan motif badan macan by means of www.shutterstock.com

Saat jalanan dicat hitam dan kuning, itu namanya tiger crossing. Mirip kan dengan warna badan macan loreng yang biasanya yaitu kuning hitam. Biasanya, pada tiger crossing, bagian tengahnya nggak dicat yang menandakan bahwa itu digunakan sebagai jalur untuk sepeda.

Kalau tadi yaitu fasilitas penyeberangan yang dilakukan dengan menandai jalanan, terdapat juga jalan yang sungguh sungguh khusus dibangun untuk menyeberang. Contohnya yaitu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)

Inilah wujud JPO di Jakarta by means of www.harianumum.com

Salah satu alternatif penyeberangan yang usai diterapkan di Jakarta yaitu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Penyeberangan ini berupa jembatan yang dibangun diatas jalan raya sehingga orang yang akan menyeberang harus menaiki jembatan dan melaluinya. Jembatan juga dilengkapi dengan atap sehingga melindungi penyeberang dari cuaca panas maupun hujan.

Selain JPO, terdapat juga underpass dimana penyeberangan dilakukan melalui jalur bawah tanah. Dengan begini, keadaan jalanan nggak terganggu karena terdapat yang menyeberang jalan

Underpass ini terdapat di salah satu stasiun di Jakarta by means of www.tribunnews.com

Di Jakarta, underpass ini diterapkan untuk menyeberang antar peron di stasiun kereta. Contohnya saja yang usai terdapat di Stasiun Tebet. Yang terdapat di Stasiun Tebet dibangun 2.five meter dibawah rel dengan lebar five meter dan panjang 10 meter. Underpass dinilai lebih aman bagi pejalan kaki karena tidak perlu menyeberangi rel kereta api lagi. Rencananya, penyeberangan underpass akan dibuat di beberapa stasiun di Jakarta.

Uniknya, tidak hanya buat manusia aja, fasilitas penyeberangan jalan juga dapat buat hewan lho. Namanya ecoduct dan dapat ditemui di Belanda

Tuh terdapat hutan di jembatannya by means of twitter.com

Karena hewan kalau menyeberang tidak lihat keadaan jalanan dahulu, maka pemerintah Belanda membuat ecoduct sebagai penyeberangan khusus hewan. Ini diharapkan dapat mengurangi banyaknya hewan yang menyeberang sembarangan kemudian tertabrak oleh kendaraan yang melintas. Tidak sembarangan, jembatan sengaja dibangun mirip tanah berumput di hutan supaya hewan tidak kebingungan ketika melintas.

Untuk menentukan jenis penyeberangan jalan, juga harus dengan pertimbangan seperti kepadatan jalan, perilaku penyeberang, lebar jalan, dan sebagainya. Asalkan disosialisasikan, digunakan, dan dirawat dengan bagus, tentu dapat bermanfaat bagi pengguna jalan, apapun jenis fasilitas penyeberangannya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close