Begini Nih 5 Keunikan Pasar Papringan, Destinasi Wisata yang Lagi Hits di Temanggung!

Generasi milenial mulai berjarak dengan sebuah tempat bernama pasar. Pasar, sebuah tempat bertemunya pembeli dan penjual kini sungguh sungguh telah mulai digeser oleh teknologi. Pasar-pasar digital perlahan menggerus interaksi generasi muda dengan pasar yang di dunia nyata, terutama pasar tradisional.

Temanggung pernah berandil besar menghidupkan kembali pasar dengan hadirnya Pasar Papringan. Pasar di kebun bambu ini nuansanya paling hijau, nyentrik, otentik, dan masih mengusung unsur-unsur pasar tradisional. Pasar Papringan ini pun kini jadi destinasi wisata yang ditunggu-tunggu oleh ramai wisatawan. Alhasil, generasi milenial pun jadi pengen datang ke pasar itu. Seperti apa serunya Pasar Papringan ini? Yuk simak ulasan Hipwee Shuttle kali ini.

Keunikan pertama, Pasar Papringan ini berada di kebun bambu. Bukan di pasar yang biasanya di tempat berlimpah

pasar papringan by the use of www.instagram.com

Pasar Papringan kini lokasinya berada di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Meski di tengah pelosok desa, pasar itu tetap diburu wisatawan yang penasaran dengan keunikannya. Yap, sesuai namanya, pasar ini berada di tengah papringan atau kebun bambu, bukan di pusat keramaian selayaknya pasar-pasar yang lain. Tapi justru di situlah keunikannya.

Tidak cuma jualan makanan doang, terdapat pula pertunjukan kesenian ataupun gamelan juga. Permainan dari bambu pun terdapat lho di sini. Pasar ini sungguh sungguh bukan cuma jualan aja, tapi dapat jadi tempat wisata yang kece banget.

Kedua, kamu nggak akan bertransaksi dengan kocek melainkan dengan keping bambu. Aneh ‘kan?

pakai kocek bambu by the use of www.pegipegi.com

Tidak pakai kocek, kamu harus memakai kepingan pring/bambu untuk bertransaksi di pasar ini. Koin pring punya empat nominal, 1, five, 10, dan 50. Satu koin pring dihargai Rp. 1.000 yang dapat kamu tukarkan di awal kedatangan. Sebuah pengalaman transaksi yang unik ‘kan? Jual beli pake bambu. Hehehe.

Pasar Papringan diadakan sebulan dua kali, yakni ketika Minggu Pon dan Minggu Salary. Terakhir kali diadakan pada tanggal 12 Agustus kemudian dan bakal diadakan lagi 26 Agustus 2018

buka setiap minggu pon dan salary by the use of twitter.com

Beda dengan pasar lainnya yang buka setiap hari atau setiap pasaran tertentu, Pasar Papringan ini buka cuma sebulan dua kali yakni pada hari Minggu Salary dan Minggu Pon. Jadi jangan datang di luar hari-hari itu ya. Pasar akan buka sejak pukul 06.00 WIB dan akan tutup ketika matahari mulai beranjak naik. Jam nine kadang makanannya telah habis lho. Tapi biasanya selesai jam 12 siang.

Barang yang dijual di pasar ini adalah hasil panen masyarakat. Di sini mereka jualan makanan tradisional yang masih otentik dan sulit ditemuin lagi.

pasar papringan by the use of wisata.temanggungkab.pass.identity

Makanan tradisional selalu jadi suguhan yang unik di pasar ini. Makanan yang jarang ditemui di pasaran pun dapat kamu temukan di sini. Semuanya jajanan sehat, tanpa MSG dan tanpa pengawet lho. Barang-barang yang dijual di sini adalah hasil panen ataupun karya masyarakat. Tidak cuma makanan sih, terdapat kerajinan bambu juga yang dapat kamu beli.

Konsep Pasar Papringan ini yaitu pasar yang ramah lingkungan. Nggak diperbolehkan terdapat plastik di pasar ini

tidak terdapat plastik by the use of www.instagram.com

Prinsip nggak diperbolehkannya plastik digunakan di pasar ini fakta kalau pasar ini sungguh sungguh ramah lingkungan.  Cara mereka menghidangkan makanan pun juga tanpa plastik. Hanya terdapat daun pisang hingga hingga piring dari bambu yang digunakan di Pasar Papringan. Begitu hijau dan ramah lingkungan.

Jadi kapan mau berkunjung ke Pasar Papringan Temanggung nih? Agendakan tanggal 26 Agustus nanti ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close