Asal Usul Istilah ‘Cepek, Goceng, Ceban’ dalam Perdagangan atau Keuangan. Jangan Sampai Ketukar Ya!

Kalau kamu tinggal di daerah seperti Medan, Jakarta, atau Surabaya, mungkin udah tidak asing lagi dengan istilah Cepek, Gopek, Goceng, Ceban, Gocap, dan lain sebagainya. Bahkan mungkin udah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk menyebut jumlah kocek dibanding penyebutan kocek seratus rupiah, seribu, 10 ribu, 100 ribu dan lainnya.

Tapi bagi orang di daerah lain, istilah ini kelihatan masih terdengar asing. Terutama bagi mereka yang merantau ke daerah-daerah seperti Jakarta dan Medan, mungkin bakal dipusingkan dengan arti dari istilah-istilah pasar tersebut. Oleh karena itulah, Hipwee Information & Function bakal membantumu untuk mengenal istilah bilangan atau jumlah ini biar nanti kamu tidak bingung atau malah dibohongin sama orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Cekidot!

Istilah bilangan atau jumlah kocek tersebut adalah bagian dialek Hokkian yang berasal dari provinsi Fujian, Tiongkok

Istilah Hokkian by means of andumcrita.wordpress.com

Dilansir dari laman Tionghoa.Information, istilah tersebut adalah dialek Hokkian. Bahasa Hokkian yaitu Bahasa Banlamwe (Munnanhua) yang ada di provinsi Hokkian (Fujian), Tiongkok. Istilah untuk bilangan tersebut dibawa oleh orang Tionghoa yang datang ke Indonesia. Populernya sebutan-sebutan ini di masyarakat karena mayoritas pendatang dari provinsi Fujian tersebut menjadi pedagang di Tanah Air dan usai tentu sehari-harinya, dalam transaksi jual beli, mereka selalu menyebutkan jumlah dan bilangan.

Istilah angka dan jumlah tersebut hingga ketika ini masih populer dipakai di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Ibukota Jakarta

Penggunaannya masih populer, bahkan termasuk bahasa “gaul” by means of pesantrenakbar.com

Pedagang Tionghoa yang masih meramaikan pasar tradisional tersebar di daerah-daerah yang terdapat di Tanah Air. Sebut saja Medan, Riau Bangka Belitung, Surabaya, Makassar, dan pastinya di Jakarta. Bukan hanya digunakan oleh orang Tionghoa saja, tapi masyarakat umum juga tidak asing lagi dengan istilah-istilah ini. Bahkan, istilah untuk jumlah atau bilangan ini kerap digunakan oleh anak muda karena menganggap lebih ringkas dan gaul.

Di Jakarta saja misalnya, gaya berhitung ala pedagang Tinghoa ini justru lebih populer. Jadi buat kamu yang ingin merantau ke Ibukota, rasanya perlu belajar dan menguasai istilah ini biar nanti tidak bingung atau malah dikibulin.

Meski tidak semuanya diadopsi ke kehidupan sehari-hari, tapi terdapat beberapa istilah yang masuk akal harus kamu tahu

Dasar sebutan atau istilah Hokkian by means of beritadaerah.co.identity

Wajib saja tidak semua istilah bilangan atau jumlah yang populer di masyarakat. Hanya terdapat beberapa, seperti Gocap (50), Cepek (100), Gopek (500), Seceng (1000), Ceban (10 ribu), Goban (50 ribu), Cepek Ceng (100 ribu), Gopek Ceng (500 ribu), dan Cetiau (1 juta). Tapi dasar perhitungan ala orang Tionghoa ini masuk akal tetap perlu kamu ketahui. Berikut istilah dalam bahasa Hokkian yang seakan udah jadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Untuk satuan:

1 = It
2 = Ji atau No (untuk bilangan ratusan ke atas)

three = Sa
four = Si
five = Cross
6 = Lak
7 = Cit
eight = Pek
nine = Kau

Untuk belasan:

10= Cap
11 = Cap It
12 = Cap Ji
13 = Cap Sa
14 = Cap Si
15 = Cap Cross
16 = Cap Lak
17 = Cap Cit
18 = Cap Pek
19 = Cap Kau

Untuk puluhan:

20 = Ji Cap
30 = Sa Cap
40 = Si Cap
50 = Cross Cap
60 = Lak Cap
70 = Cit Cap
80 = Pek Cap
90 = Kau Cap

Untuk ratusan:

100 = Ce Pek
200 = No Pek
300 = Sa Pek
400 = Si Pek
500 = Cross Pek
600 = Lak Pek
700 = Cit Pek
800 = Pek Pa Tun
900 = Kau Pek

Untuk ribuan:

1000 = Seceng
2000 = No Ceng
3000 = Sa Ceng
4000 = Si Ceng
5000 = Cross Ceng
6000 = Lak Ceng
7000 = Cit Ceng
8000 = Pek Ceng
9000 = Kau Ceng
10000 = Ce ban

Untuk jumlah bilangan setelah itu, kamu tinggal menggabungkan sadar-dasar bilangan yang terdapat di atas. Bilangan Hokkian ini masuk akal masih asing di sebagian kalangan masyarakat. Pasalnya, transaksi jual beli di beberapa daerah masuk akal jarang dilakukan oleh pedagang Tinghoa. Sehingga istilah-istilah inipun juga tidak digunakan di daerah tersebut. Tapi istilah ini tetap perlu kamu ketahui karena kadang kamu bakal berhadapan atau mendengar sebutan-sebutan ini. Jadi daripada bingung atau malah nanti dibohongin, mending dihapalin meski cuma istilah-istilah yang populer aja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close