9 Kalimat yang Pasti Kamu Dengar Setelah Wisuda, Membuatmu Harus Sabar dan Bermental Baja

Wisuda menjadi salah satu momen bersejarah dalam hidup sebagian besar manusia. Berhasil membuat orang tua bangga dan sukses melewati perjuangan menggarap penelitian skripsi wajib bahagia rasanya. Kelulusan ini juga berarti membuktikan bahwa kamu bertanggung jawab atas keputusanmu berkuliah dengan menyelesaikannya.

Meski berbahagia itu perlu tapi jangan berlebihan berpuas diri alasan wisuda bukanlah sebuah puncak hidup, masih terdapat terminal-terminal lain yang mesti kamu hampiri. Justru semuanya baru dimulai, sekarang kamu usai harus berjuang sendiri dari segala tantangan hidup tanpa bantuan orang tua. Sebagai permulaan sebentar lagi kamu akan akrab dengan beberapa pertanyaan dari orang-orang setelah kamu diwisuda.

1. “Apa rencananya sekarang mau nerusin S2, kerja, atau langsung nikah?”

Galau by the use of www.pexels.com

Kedengarannya benar benar biasa saja, tapi ketika kamu mengalaminya sendiri lama-lama pertanyaan ini terasa menyebalkan juga. Selain karena ditanyakan berulangkali, juga karena semakin membuatmu bingung menentukan pilihan. Alasan ramai pertimbangannya, kuliah lagi duit dari mana.. masa mau minta orang tua lagi, mau kerja belum terdapat panggilan, mau nikah belum terdapat calonnya.. haduhhh..

2. “Mencari kerjaan sekarang sulit, tidak usah pilih-pilih kalau usai terdapat yang diterima”

Tidak usah pilih-pilih by the use of aroqqib.blogspot.com

Kamu yang usai melakukan segala usaha untuk dapat mendapat panggilan, mulai dari bikin CV, ikut jobfair, sampai menghubungi teman yang sudah bekerja tapi belum terdapat hasil. Lantas setelah itu terdapat yang menasehati tidak usah pilih-pilih.. hmm boro-boro milih, panggilan interviewnya aja belum terdapat sampai sekarang.

three. “Dari kemarin lamar sini lamar sana tidak dapet-dapet, usai mending ikut bapak/om saja”

Ditawarin kerja by the use of www.pexels.com

Maksud hati mau mandiri, memperjuangkan nasib sendiri.. eh malah bisa godaan tawaran kerja dari orang tua atau saudara sendiri. Masuk akal sih niat mereka bagus tapi terkadang dapat bikin kesal karena mau terima malu, mau menolak tapi perlu. Masa iya sih dari hasil bantuan orang lain lagi?

four. “Itu tes CPNS udah bukaan, lho.. kamu tidak mau coba daftar?”

Tes CPNS by the use of trensulut.com

Tidak semua orang tertarik menjadi PNS dengan iming-iming bisa pensiunan di hari tua. Tapi namanya juga orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka tentu akan membujukmu berulang kali untuk mengikuti bukaan CPNS. Sekali dua kali mungkin masih dapat sabar, tapi kalau usai berkali-kali lama-lama kesal juga.

five. “Lulusan dari jurusan kayak kamu kerjanya apa ya? Bukannya dikit ya lowongannya?

Kerjanya apa by the use of www.unsplash.com

Pertanyaan semacam ini biasanya berbalut ledekan oleh teman. “Emang kalau sarjana pertanian kerjanya apa? Jadi petani, ngapain kuliah kalau gitu”. Pertanyaan sindiran semacam ini seringkali bikin gemes sendiri. Tapi itu wajar terjadi karena tidak semua paham dengan jurusan dan pilihanmu. Tenang, kamu hanya perlu membuktikannya dengan bekerja.

6. “Yah begitu orang kaya kamu lulus kuliah langsung cari cowok kaya, terus nikah deh”

Langsung nikah by the use of www.pexels.com

Pertanyaan semacam ini juga bersumber dari teman lama. Meski hanya bercanda tapi perlakuan menganggap remeh ini sering bikin panas hati. Secara tidak langsung ucapan tersebut meremehkan kepintaranmu dan kemampuanmu untuk mandiri. Seakan-akan usaha mencari ilmu yang sudah dilakukan selama ini hanya menempatkanmu di dapur sembari melihat suamimu bekerja.

7. “Tidak capek apa abis wisuda terus masih lanjut S2? Gara-gara tidak bisa kerjaan, ya?

S2 by the use of www.unsplash.com

Pertanyaan julid ini juga kemungkinan akan teralamatkan kepadamu . Meski entah kapan waktunya, tapi kamu mesti mempersiapkan mentalmu untuk bersikap dan menimpalinya. Tapi sejatinya kamu tidak perlu berlebihan menghiraukannya alasan buang keadaan. Fokus saja berkuliah dan lekas lulus, nanti dia juga akan diam sendiri setelah melihatmu sukses.

eight. “Udah lulus kuliah, kok kerjaannya di rumah aja?”

Pertanyaan ibu-ibu beli sayur by the use of www.pexels.com

Pertanyaan ini biasanya ditanyakan oleh tetangga-tetanggamu yang kebetulan melintas di depan rumah, atau ketika sedang beli sayur. Meski singkat tapi kamu akan merasakan sendiri betapa “jleb”nya mendengar pertanyaan ini. Hmm.. benar benar harus sabar menghadapi tetangga-tetangga semacam ini.

nine. “Sekolah tinggi-tinggi kok kerjaannya cuma jagain toko orang tua?”

Meneruskan usaha orang tua by the use of www.eveningtelegraph.co.uk

Pertanyaan seperti ini hanya akan diterima oleh mereka yang orang tuanya punya usaha. Bagi yang mengalaminya kelihatan pertanyaan ini memiliki potensi menyesakkan dada. Pasalnya kamu yang menjalaninya juga awalnya ingin kerja jauh dari rumah, entah membangun bisnis sendiri, atau profesi lain yang kamu inginkan. Namun karena desakan orang tua dan iba melihat mereka, alhasil kamu memilihnya. Eh malah disindir sana-sini, gimana tidak kesal?

Itulah beberapa kalimat yang akan akrab terdengar di telingamu setelah diwisuda. Meski menyebalkan namun tetap harus kamu terima dengan lapang dada. Jangan teralu diambil hati alasan yang semacam itu usai biasa, tidak cuma kamu yang mengalaminya. Satu-satunya cara untuk mengatasinya yaitu dengan senantiasa berusaha keras agar dapat melakukan sesuatu yang bida dibanggakan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close