7 Hal Ini Cuma Anak Arsitektur yang Mengalami. Berat, tapi Nyatanya Jadi Lahan Kami Menempa Diri

Saat kalian usai memasuki kelas three SMA dan sebelum mengikuti Ujian Nasional, berlimpah dari kalian yang pengin masuk universitas impian, tapi masih bingung mau kuliah jurusan apa. Bahkan beberapa dari kalian memilih jurusan yang berprospek menawan ataupun yang sedang nge-pattern. Salah satu program studi yang sedang nge-pattern yaitu jurusan arsitektur.

Arsitektur ialah ilmu merancang lingkungan binaan seperti bangunan, taman, ruang dalam, dan bahkan perkotaan. Arsitektur ialah multidisiplin, yang nantinya kalian akan mempelajari teknik, seni rupa, sosial-budaya, lingkungan hidup, ekonomi, agama, hukum, dan lain sebagainya. Dan ini ialah kisah salah satu mahasiswa arsitektur di kota pelajar, Yogyakarta.

1. Selamat! Kalian berhasil lolos masuk jurusan arsitektur

Saat kalian selesai menjalankan SNMPTN, SBMPTN dan atau Ujian Tulis dan ujian menggambar (di beberapa universitas), kemudian saat pengumumannya usai dimulai kalian wajib deg-degan ingin melihatnya, dan beberapa dari kalian sampai nangis-nangis takut nggak diterima, bahkan berlimpah di antara kalian yang berdoa dulu supaya benar-benar keterima.

Dan jika kalian diterima di jurusan arsitektur, maka selamat! Kalian akan menempuh hidup baru sebagai mahasiswa arsitektur yang tugasnya merancang bangunan dan aspek lain (seperti inner atau tata ruang dalam dan lansekap atua taman) dan mahasiswa yang baiknya mengikuti kegiatan di dalam maupun luar kampus (seperti UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa, komunitas-komunitas, dan organisasi kemahasiswaan).

2. Kamu kaget bahwa di arsitektur terdapat pekerjaan yang kamu kira dikerjakan oleh Teknik Sipil

Saat kamu bertemu dengan mata kuliah konstruksi, seperti Struktur & Konstruksi, Mekanika Teknik, Fisika Bangunan, Statika, dan lain sebagainya, kamu akan mengira bahwa harusnya mahasiswa Teknik Sipil-lah yang harus mempelajarinya.

Akan tetapi arsiteklah yang bertugas membuat gambar rencana kerja dan element perencanaan yang ialah salah satu syarat IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Sebagai mahasiswa arsitektur, kamu akan pusing tujuh keliling dan rela nggak istirahat (bahkan nggak mandi atau santap) membuat denah, potongan, element pintu-jendela-ventilasi atau kuda-kuda, penulangan kolom-balok, septic tank, pondasi, bak kontrol, tangga, plafon, rencana atap, pola lantai, titik lampu-kelistrikan, saluran air bersih-air kotor, plafon, dan juga aksonometri struktur konstruksi.

three. Arsitektur juga meneliti lahan dibangunnya proyek nantinya

Ternyata arsitektur juga berkaitan dengan sesuatu yang namanya Analisis Tapak, adalah meneliti atau menganalisis dulu lahan kosong yang nantinya menjadi tempat jadinya proyek rancangan kalian. Mulai dari arah angin, arah utara (merujuk pada arah cahaya matahari), suhu lingkungan atau kebiasaan masyarakat sekitar, drainase (aliran selokan), vegetasi atau tanaman yang tumbuh di lahan tersebut, kontur tinggi-rendahnya tanah, dan lain sebagainya.

Belum lagi terdapat yang namanya KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KLB (Koefisien Lantai Bangunan), dan GSB (Garis Sempadan Bangunan) yang usai tertera dalam peraturan undang-undang daerah sekitar dan jika dilanggar dapat kena sanksi lho. Wah! berarti desain kalian tidak dapat sebebas-bebasnya ya. Sabar ya.

Four. Akhirnya kalian rela nggak ikut organisasi atau kegiatan kampus demi tugas yang datang setiap pertemuan

Tugas yang selalu datang bagai air mengalir membuat kalian kehilangan keadaan untuk diri sendiri dan keluarga atau teman kalian demi menyelesaikan semuanya. Jika diantara kalian yang mengikuti UKM atau organisasi mahasiswa wajib bakal keteteran menyeimbangkan kehidupan akademis dan non-akademis kalian.

Bahkan terdapat yang rela nggak ikut kegiatan non-akademis demi kelancaran studinya di jurusan arsitektur

five. Beberapa dari kalian salah jurusan karena arsitektur nggak sesuai yang kalian impikan

Akhirnya kalian stres, putus asa, dan berharap nggak melanjutkan kuliah arsitektur alias ingin pindah jurusan. Berlimpah mahasiswa arsitektur yang pada akhirnya pindah ke jurusan lain, seperti DKV, sosial-humaniora, dan lain sebagainya.

Jika masih ingin bertahan di jurusan arsitektur, kalian wajib ogah-ogahan masuk kelas dan masuk kelas yang SKS-nya sangat tinggi agar kalian tetap live on hingga lulus pada tahun yang ke-Four.

6. Tetapi yang perlu kalian sadari bahwa arsitektur yaitu perihal pola pikir

Arsitektur membentuk pola pikir seseorang yang mempelajarinya menjadi sistematis dan terstruktur dalam berkreasi. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan organisasi mahasiswa ataupun kegiatan lainnya.

7. Selain itu, lulusan arsitektur dapat ke mana saja asal memiliki ability yang sesuai

Arsitektur juga akan membuka sekaligus merubah pandanganmu perihal segala aspek hidup. Jurusan arsitektur dikenal karena lulusannya yang dapat kerja jadi apa saja, di mana saja, kapan saja. Biasanya dalam satu angkatan, hanya 15-25% yang benar-benar jadi arsitek. Nah, sisanya ke mana?

Biasanya yang nggak menjadi arsitek, mereka bekerja sebagai kontraktor (teknik sipil biasanya, tapi arsitek dapat menggagas idenya di situ), developer (kalo lebih senang merancang perumahan actual property), dan profesi lain seperti animator, komikus (kalau masuk akal terdapat bakat menggambar komik), desainer grafis (jangan salah teman-teman), branding (dapat usaha industri kreatif, seperti manufacturing unit outlet, furnitur, products, dan lain-lain) dan musisi juga dapat lho, seperti Alm. Chrisye, Tulus, dan Erwin Gutawa (ayah dari Gita Gutawa).

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini ialah kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya ialah tanggung jawab pengirim.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close