5 Alasan Kenapa Banyak Orang Kaya Sering Berobat ke Luar Negeri. Cuma Tren Atau Beneran Perlu?

Saga, anak musisi Anji ‘Power’, baru aja dikabarkan mengalami infeksi di bagian telinganya, sinus preauricularPenyakit infeksi lubang sedikit di telinga yang tergolong langka ini, menyebabkan telinga Saga bengkak, memerah, dan keluar nanah. Anji yang dijadwalkan manggung di On Off Competition 2018 kemarin, sampai harus membatalkan agenda-nya demi menemani sang anak berobat ke Singapura.

Mendengar berita artis atau orang kaya yang berobat ke luar negeri, rasanya udah jadi hal biasa. Tujuan utamanya yaitu Singapura. Selain Singapura, negara lain yang kini juga sering jadi tujuan berobat yaitu Korea Selatan, Thailand, dan beberapa negara Eropa. Jadi penasaran, sebenarnya kenapa ya harus sampai berobat ke luar negeri? Kenapa juga negara-negara itu jadi tujuan? Kenapa tidak negara lain? Biar tidak penasaran, yuk simak ulasan Hipwee Information & Characteristic kali ini~

1. Sebab utama umumnya terkait kualitas pengobatan yang lebih fashionable, biasanya dilihat dari teknologi atau alat-alat medis yang dipakai

Teknologi jadi pertimbangan by way of www.deccanchronicle.com

Kebanyakan orang kaya Indonesia yang berobat ke luar negeri itu mencari akses teknologi dan alat medis yang lebih fashionable. Terdapat yang atas kesadaran sendiri, terdapat juga yang atas rekomendasi dari dokter di Indonesia. Mungkin karena di Indonesia alat untuk menangani penyakit yang bersangkutan belum tersedia. Atau kalaupun terdapat, masih belum secanggih yang tersedia di rumah sakit luar negeri. Jadi pilihan remedy yang tersedia juga terbatas.

Contohnya di Amerika, terapi stem cell-based belum tersedia karena terbentur regulasi pemerintah. Orang yang mungkin butuh remedy itu harus pergi ke Bangkok, Thailand, atau negara lain yang menyediakan.

2. Selain itu terdapat juga yang melihat dari provider atau jasa yang ditawarkan rumah sakit luar negeri. Dokter dan perawatnya dapat jauh lebih profesional

Pelayanannya lebih profesional by way of www.medicaltourism.com

Sebenarnya semua institusi kesehatan di seluruh dunia harus memenuhi akreditasi dari organisasi internasional seperti JCI, JCAHO, dan ISO, sebagai kebenaran dedikasi dan mutu pelayanan mereka. Sebagian rumah sakit atau pusat kesehatan juga ialah anggota NIH (Nationwide Institutes of Well being) — organisasi yang memberi bantuan atau strengthen apik kepemimpinan maupun finansial pada peneliti di bidang kesehatan dan obat-obatan.

Sekian banyak label atau prestasi inilah yang jadi pertimbangan orang dalam memilih rumah sakit. Biasanya, institusi kesehatan yang terpercaya ini juga memiliki sederet tenaga medis yang profesional di bidangnya. Dokter, ahli bedah, atau perawat yang terbiasa menangani pasien internasional wajib pernah terlatih dan memiliki sertifikasi dari AS atau Inggris. Jadi provider dan layanannya kelihatan tidak perlu diragukan.

three. Penanganan yang cepat kerap juga jadi sebab kuat. Mungkin kalau di Indonesia harus antri lama dulu kali ya…

Biasanya penanganannya juga lebih cepat by way of www.sihha24.com

Pasien yang perlu melakukan operasi besar, biasanya tidak langsung serta merta dapat operasi ketika itu juga atau dalam keadaan dekat. Kadang mereka harus menunggu beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Alasannya dapat beragam, mulai dari terbatasnya tenaga medisnya, sampai terbatasnya fasilitas kamar di rumah sakit. Kalau pernah begini, daripada antri amat lama, orang-orang berduit bakal milih operasi di luar negeri. Selain karena lebih cepat, teknologinya pun lebih fashionable.

four. Sebab lain, dapat jadi karena mereka pengen sekalian jalan-jalan. Scientific tourism atau pariwisata medis itu semakin diminati lho

Singapura dan Thailand terdapat negara yang serius banget menggarap potensi scientific tourism  by way of sixtyandme.com

Jangan salah, tidak kecil lho orang kaya Indonesia yang berobat ke luar negeri sekalian liburan. Ramai juga agen-agen rumah sakit yang menawarkan perjalanan berobat sekaligus bepergian setelahnya. Kayak di Afrika Selatan yang memiliki paket safari scientific vacationer. Jadi keluarga yang menemani berobat dapat jalan-jalan lihat binatang di alam liar juga. Biasanya liburan itu jadi ajang refreshing apik bagi pasien maupun keluarga yang mungkin selama di Indonesia suntuk mengurus segala keperluan rumah sakit. Wajib aja semua rencana perjalanan itu atas kendali dokter. Kalau pasien amat riskan dibawa bepergian ya mungkin tidak diizinkan, atau destinasinya diganti.

five. Yang terakhir ini karena faktor biaya. Buat orang yang tinggal di ujung Sumatera seperti Batam, berobat ke Singapura/Malaysia pasti lebih murah dibanding ke kota besar di Jawa

Menghemat biaya by way of yourstory.com

Meski AS udah tergolong maju, tapi ternyata ramai lho penduduk di sana yang terbang ke Asia untuk berobat. Selain alasan-alasan yang udah disebut di atas, katanya sih berobat di negara macam Singapura atau Thailand biayanya jauh lebih murah. Meski murah, kualitas pelayanannya justru lebih unggul dari rumah sakit di AS. Sama halnya yang dirasakan masyarakat ujung Sumatera atau Kalimantan. Biasanya tiket pesawat ke Jawa jauh lebih mahal dibanding delivery ke negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia. Itulah sebab kenapa mereka lebih pilih berobat ke luar negeri.

Jumlah orang yang melakukan scientific tourism di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah lho guys. Kalau menurut Departemen Kesehatan, tahun 2004 aja estimasi biaya yang dikeluarkan orang-orang itu buat berobat ke luar negeri mencapai Rp100 triliun! Bayangkan aja kalau pemerintah dan institusi kesehatan bekerjasama menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang setara luar negeri, dan tersebar merata di Indonesia, bukan tidak mungkin devisa negara justru meningkat~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close